Iklan 300x250 (Ads)

KISAH KECINTAAN  PARA SAHABAT RA. TERHADAP RASULLULLAH SAW



KEISLAMAN DAN PENDERITAAN  ABU BAKAR RA.
 
    Pada masa permulaan islam, ketika orang-orang baru memeluk islam, mereka menyembunyikan keislamannya.Sikap seperti itu dianjurkan oleh Nabi saw sendiri agar mereka tidak mendapat kesulitan. Setelah orang Islam berjumlah 39 orang, Abu Bakar ra meminta izin kepada Nabi saw untuk mendakwahkan keislamannya secara terang-terangan. Mula-mula, beliau saw melarangnya, tetapi karena Abu Bakar ra berkali-kali mendesak, akhirnya Nabi saw mengizinkannya. Kemudian Abu Bakar ra mengajak semua orang yang sudah masuk Islam untuk berkumpul di Masjidil Haram. Lalu mulailah ia berkhutbah. Itulah khutbah pertama dalam Islam, dan pada hari itu pula paman Nabi saw., Hamzah, masuk Islam. Tiga hari kemudian , Umar ra memeluk islam.
                Ketika khutbah dimulai, orang-orang kafir dan musyrik berdatangan dari empat penjuru dan menyerang kaum Muslimin. Walaupun Abu Bakar ra. Terkenal sebagai tokoh terkemuka dan dihormati masyarakat Mekkah, ia tetap dipukuli sehingga wajah,hidung, dan telinganya berlumuran darah, sampai sulit untuk mengenali wajahnya. Ia ditendang dengan sandal, dipukuli dengan tangan, dan apa saja yang dapat mereka lakukan. Akhirnya pingsanlah Abu Bakar ra.. Ketika Banu Tamim, yaitu kabilah Abu Bakar ra mendengar berita tersebut, mereka segera mengangkat tubuh Abu Bakar ra.. Mereka menganggap bahwa Abu Bakar ra sulit diselamatkan. Mereka segera mendatangi Ka’bah dan mengumumkan, “ Jika dalam peristiwa ini Abu Bakar ra meninggal, maka kami akan membunuh ‘Utbah bin Rabi’ah.” Mereka mendengar berita bahwa “Utbah bin Rabi’ah sangat keterlaluan dalam pemukulan tersebut.
                Hingga petang hari, Abu Bakar ra masih pingsan. Namun sore itu akhirnya ia dapat berbicara. Ucapannya yang pertama kali adalah:”Bagaimanakah keadaan Rasullullah saw.?” Orang-orang di sekitarnya mencelanya karena setelah sehari penuh ia pingsan san hamper mati namun begitu sadar, yang pertama kali ia tanyakan adalah Nabi saw. Itu karena rasa cintanya kepada Nabi saw. Akhirnya, orang-orang meninggalkan tempat itu dengan hati yang kesal.
                Ternyata Abu Bakar ra masih memiliki harapan untuk hidup. Ia mulai dapat berbicara. Ibunda Abu Bakar ra menyuruh Ummu khair untuk menyediakan makan minum untuk Abu Bakar ra. Setelah siap, makanan itu dihidangkan di hadapannya, namun Abu Bakar ra menolaknya. Hanya ada satu permintaannya saat itu, yaitu tentang keadaan Nabi saw. Ibunya berkata, “ Bagaimana saya dapat mengetahui keadaanya?” Abu Bakar ra berkata, “ Bertanyalah tentang keadaan Nabi saw di rumah Ummu Jamil r.ha (saudara perempuan Umar ra).”Atas permintaan anaknya yang dalam keadaan sangat memprihatinkan itu, ibunya pergi ke rumah Ummu Jamil r.ha.. setibanya di sana, ia bertanya tentang keadaan Nabi saw  kepada Ummu Jamil r.ha. Karena pada waktu itu, Ummu Jamil r.ha masih menyembunyikan ke-Islamannya, Jawabnya “ saya tidak mengenal siapa Muhammad dan siapa Abu Bakar, tetapi jika engkau izinkan,saya ingin melihat keadaan anakmu Abu Bakar.” Maka Ummu Khair mengijinkannya. Ia merasa tidak tega setelah melihat keadaan Abu Bakar ra. Tanpa disadarinya, menangislah Ummu Jamil r.ha sambal berkata “Mudah-mudahan Allah swt membalas perbuatan jahat orang-orang itu”. Lalu Abu Bakar ra bertanya kepada Ummu Jamil r.ha,” Bagaimanakah keadaan Rasullullah saw.?” Ummu Jamil r.ha memberi isyarat kepada Abu Bakar bahwa ibunya akan mendengarnya. Abu Bakar ra menjawab ,”Jangan khawatir dengan ibuku”. Maka disampaikanlah keadaan Nabi saw bahwa beliau selamat. Abu Bakar ra kembali bertanya,”Benarkah beliau saw betul-betul selamat, di manakah beliau?” Jawab Ummu Jamil r.ha, “sekarang ada di rumah Arqam ra.”Kata Abu Bakar ra.,”Demi Allah, saya tidak akan makan dan minum sebelum bertemu dengan Rasullullah saw.”
                Sebenarnya ibunya sangat menginginkan agar Abu Bakar ra mau makan, tetapi karena Abu Bakar telah bersumpah tidak akan makan sebelum bertemu dengan Nabi saw., makanya ibunya menunggu sampai orang-orang yang lalu lalang itu berhenti. Karena, jika  mereka melihat ia menjumpai Nabi saw, mereka tentu akan menyiksanya lagi.
                Ketika malam telah lewat, Abu Bakar ra di ajak kerumah Arqam ra. Setelah berjumpa Rasullullah saw. Abu Bakar ra segera memeluk beliau saw, dan beliau saw juga memeluk Abu Bakar ra. Keduanya menangis. Kaum muslimin yang berada di tempat itu menangis ketika melihat keadaan Abu Bakar ra. Kemudian Abu Bakar ra meminta Nabi saw agar mendoakan hidayah bagi ibunya, dan Agar Nabi saw mendakwahi ibunya. Mula-mula Rasullullah saw mendoakannya, setelah itu barulah ia diajari tentang Islam. Mulai saat itu juga ibu Abu Bakar ra masuk Islam.


Faedah :
                Orang sering menyatakan cintanya ketika dalam keadaan senang,bahgia,dan sejahtera. Sesungguhnya,cinta sejati hanya dapat dibuktikan ketika terkena musibah atau kesusahan,namun rasa cinta tetap berada dalam hatinya.

0 Response to " "

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel